Meneladani Para Nabi dan Rosul

Sumber : -

Oleh : Erwan S.Pd.I.

Meneladani Para Nabi dan Rosul

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia” (QS. Al-Mumtahanah : 4)

Assalamu Alikum Wr.Wb.

Meneladani Nabi dan Rasul merupakan bagian dari ibadah. Karena dengan meneladani / meniru Nabi dan Rosul akan mendapat kebahagiaan dan tuntunan urusan ibadah dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
Selain Nabi Muhammad SAW, Allah SWT telah memerintahkan kepada kita semua agar meneladani para kekasih-Nya. Salah satu diantaranya adalah Nabi Ibrahim AS, Allah SWT telah menciptakan Nabi Ibrahim AS sebagai figur Nabi yang harus ditiru. Sebagaimana Allah SWT berfirman “sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada ibrahi dan orang-orang yang bersama dengan dia “(QS. Al-Mumtahanah:4)"
Yang harus kita teladani dari figur Nabi Ibrahim dalam kehidupan sehari-hari.


Pertama, Memiliki kepribadian yang jelas. Allah SWT menyayangi dan menyanjung Nabi Ibrahim AS karena Nabi Ibrahim memiliki sikap yang jelas dalam agama.dan Allah menilai kepada orang yang benci terhadap agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim adalah orang yang bodoh dan membodohi dirinya sendiri. Hal ini dikuatkan oleh Nabi Ibrahim AS dengan penyerahan sikap secara sungguh-sungguh kepada Allah SWT. (Landasannya : QS. Al-Baqarah : 131).


Kedua, Nabi Ibrahim mewasiatkan kemurnian aqidah kepada generasi berikutnya dalam prinsip agamanya ternyata Nabi Ibrahim AS melakukan dan menyatakan tidak hanya untuk dirinya, tetepi ibrahim mewasiatkan juga untuk generasi berikutnya. (Landasannya : QS. Al-Baqarah : 132).


Ketiga, Berjuang dalam mempertahankan aqidah, dalam mempertahankan aqidah diantaranya adalah sikap Al-baraa (berlepas diri) dari segala bentuk kekufuran, tidak terpengaruh dengan lingkungan yang rusak, dan tidak takut kepada musuh yang akan menghancurkan agamanya.


Keempat, Melaksananakan ketaatan kepada Allah secara optimal. . (Landasannya : QS. Al-Baqarah : 124)

.
Kelima, Nabi Ibrahim AS bertawakal dan selalu berdoa kepada Allah SWT untuk kebaikan dirinya, keluarga dan seluruh kaum mu’min. kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS yang dicatat dalam Al-Qur’an adalah lantunan do’a - do’a beliau yang ternyata bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keluarga, keturunannya dan kaum mu’min, pada umumnya. Contohnya dalam (QS Ibrahim:40)


Keenam, kesungguhan. Dan kemantapan dalam ibadah, sehingga Allah SWT sangat menyanjungnya terhadap ibadah yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Allah SWT berkenan menjadikannya sebagai bagian dari hal yang harus diikuti jejaknya oleh umat Nabi Muhammad SAW, seperti dalam tata cara ibadah haji (manasik) dan ibadah jurban.


Sebagai pengikut setia Nabi Muhammad SAW, kita di anjurkan pula meneladani Nabi Ibrahim AS. Sebab, hal ini telah di tegaskan dalam Al-Qur’an oleh Allah SWT untuk diteladani / diikuti oleh kita semua agar mendapatkan kebahagiaan didunia maupun akherat. Dan kita mudah-mudahan mendapat magfirah dan ampunan dari Allah SWT dan mudah-mudahan pula kita tergolong pada umat yang setia dan patuh kepada Allah SWT. Amin…

Wassalamu Alaikum Wr.Wb.

(Penulis: adalah guru pendidikan Agama Islam SD Bina Talenta Bandung)

____________________________

Kembali