Berpegang Teguh Pada Al-Qur’an dan As-sunnah

Sumber : -

Oleh : Erwan S.Pd.I.

Assalamualaikum Wr Wb.

Sahabat Rahimakumullah:

Apabila kita mau meneliti dan merenungkan, bahwa rakyat Indonesia telah mengalami sejumlah musibah yang mengerikan bukan saja musibah karena bencana alam, seperti banjir, gempa bumi dan sebagainya, tetapi juga politik yang dialami umat islam. Hal ini mengakibatkan pecahnya islam menjadi beberapa kelompok (firqah), sehingga hari ini islam tidak lagi kokoh dalam satu barisan. Umat islam hari ini asih lebih mementingkan dan bangga terhadap golongannya masing-masing. Tegasnya keterpurukan dan kemorosotan bangsa kita ini, bukan karena kemiskinan materi, tetapi karena kemiskinan aqidah, yang akhirnya akan lebih menjerus ke dalam kehancuran akhlaq. Kita telah menempuh perjalan yang jauh, banyak sudah mengalami ujian dan penderitaan, namun tujuan yang di kehendaki belum juga tercapai, jalan yang kita akan tempuh masih panjang, rantauan masih jauh, diatas bahu umat islam terpikul beban berat. Untuk melakukan tugas kita yang berat ini,umat islam harus berusaha mengembalikan jati dirinya sebagai umatanwasathan (umat pilihan)” dan begitulah kami jadikan kamu ini sebagai umat pilihan supaya kamu menjadi saksi atas manusia dan rosul menjadi saksi atas perbuatan kamu” (Qs. Al-Baqarah : 143 )

Sahabat Rahimakumullah:

Menjadi umat pilihan harus mengintrospeksi diri masing-masing dan memperbaikinya dengan mempelajari dan meneliti sumber Aqidah dan ibadah yaitu
Al-Qur’an dan As-Sunah.
Segala pekerjaan yang bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah tidak boleh ada dalam hati. Hidup dan matinya umat islam tergantung pada rela dan setianya seorang muslim di pimpin oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Dengan Al-Quran dan As-Sunnah umat islam mampu berpegang teguh akan menghasilkan tegaknya Aqidah dan Ibadah. Oleh karena itu, sahabat rohimakumullah, mari kita bersama-sama berpegang pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Sahabat Rahimakumullah:

Dalam menegakan Aqidah dan memperkuat ibadah, umat islam perlu merapatkan susunan dan mengatur barisan yang lebh sempurna, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Qs. As-Shaft : 4 yang artinya : “ … Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang berjuang di jalannya dalam barisan yang teratur laksana tembok yang tersusun “.

Sahabat Rahimakumullah:

Menghadapi hal yang demikian itu umat islam harus merapatkan shaf dan kekuatan bagaikan tembok yang tersusun kuat dan rapi. Untuk itu, umat islam harus berpegang teguh pada pedoman pokok Al-Qur’an dan As-Sunnah. Semoga Allah SWT meridhai amal-usaha kita dan mengampuni dosa kita. Amin ya Rabbal’Alamin

Wassalamu Alaikum Wr.Wb.

(Penulis: adalah guru pendidikan Agama Islam SD Bina Talenta Bandung)

____________________________

Kembali