Assalamualaikum
Wr Wb.
Sahabat Rahimakumullah:
Apabila kita mau meneliti dan merenungkan, bahwa rakyat Indonesia
telah mengalami sejumlah musibah yang mengerikan bukan saja musibah
karena bencana alam, seperti banjir, gempa bumi dan sebagainya,
tetapi juga politik yang dialami umat islam. Hal ini mengakibatkan
pecahnya islam menjadi beberapa kelompok (firqah), sehingga hari
ini islam tidak lagi kokoh dalam satu barisan. Umat islam hari ini
asih lebih mementingkan dan bangga terhadap golongannya masing-masing.
Tegasnya keterpurukan dan kemorosotan bangsa kita ini, bukan karena
kemiskinan materi, tetapi karena kemiskinan aqidah, yang akhirnya
akan lebih menjerus ke dalam kehancuran akhlaq. Kita telah menempuh
perjalan yang jauh, banyak sudah mengalami ujian dan penderitaan,
namun tujuan yang di kehendaki belum juga tercapai, jalan yang kita
akan tempuh masih panjang, rantauan masih jauh, diatas bahu umat
islam terpikul beban berat. Untuk melakukan tugas kita yang berat
ini,umat islam harus berusaha mengembalikan jati dirinya sebagai
umatanwasathan (umat pilihan)” dan begitulah kami jadikan
kamu ini sebagai umat pilihan supaya kamu menjadi saksi atas manusia
dan rosul menjadi saksi atas perbuatan kamu” (Qs. Al-Baqarah
: 143 )
Sahabat Rahimakumullah:
Menjadi umat pilihan harus mengintrospeksi diri masing-masing
dan memperbaikinya dengan mempelajari dan meneliti sumber Aqidah
dan ibadah yaitu
Al-Qur’an dan As-Sunah.
Segala pekerjaan yang bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah
tidak boleh ada dalam hati. Hidup dan matinya umat islam tergantung
pada rela dan setianya seorang muslim di pimpin oleh Al-Qur’an
dan As-Sunnah.
Dengan Al-Quran dan As-Sunnah umat islam mampu berpegang teguh akan
menghasilkan tegaknya Aqidah dan Ibadah. Oleh karena itu, sahabat
rohimakumullah, mari kita bersama-sama berpegang pada Al-Qur’an
dan As-Sunnah.
Sahabat Rahimakumullah:
Dalam menegakan Aqidah dan memperkuat ibadah, umat islam perlu
merapatkan susunan dan mengatur barisan yang lebh sempurna, sebagaimana
Allah SWT berfirman dalam Qs. As-Shaft : 4 yang artinya : “
… Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang berjuang
di jalannya dalam barisan yang teratur laksana tembok yang tersusun
“.
Sahabat Rahimakumullah:
Menghadapi hal yang demikian itu umat islam harus merapatkan shaf
dan kekuatan bagaikan tembok yang tersusun kuat dan rapi. Untuk
itu, umat islam harus berpegang teguh pada pedoman pokok Al-Qur’an
dan As-Sunnah. Semoga Allah SWT meridhai amal-usaha kita dan mengampuni
dosa kita. Amin ya Rabbal’Alamin
Wassalamu Alaikum Wr.Wb.
(Penulis: adalah guru pendidikan Agama Islam SD Bina Talenta Bandung)
____________________________
|