2.KONSEP DASAR
Pendidikan adalah
sebuah proses berjenjang, oleh karena itu dibutuhkan waktu
untuk melihat hasil nyata dari suatu kegiatan belajar mengajar.
Sebaik-baiknya sekolah, peran orang tua mutlak diperlukan,
karena perannya yang lemah dapat menyebabkan kegagalan siswa
mencapai hasil yang maksimum.
Pada tahun 1996, Amerika memperkenalkan pendidikan dengan
pola “reduced size class”, yaitu mengurangi
jumlah peserta didik dalam kelas. Banyak laporan dari berbagai
Negara Bagian di Amerika Serikat, yang menyatakan dampak
positif terhadap kemajuan siswa dari cara ini.
Sekolah sebagai media penyelenggara pendidikan harus mempersiapkan
dirinya sebaik mungkin agar peserta didiknya memperoleh
manfaat secara maksimal.
3.SD
BINA TALENTA
·
SD
Bina Talenta akan menjelaskan
secara lengkap tentang misi dan visi sekolah
ini kepada para orang tua. Di antaranya yang berkaitan dengan
kurikulum, metoda pembelajaran dan rencana sekolah lainnya,
yaitu pada saat para orang tua mendaftarkan para putranya.
Hal ini dilakukan untuk menyamakan
persepsi pendidikan yang diselenggarakan oleh
SD Bina Talenta sebagai sekolah yang menggunakan pendekatan
yang berbeda.
· Menempatkan
peran orang tua
sebagai hal yang “MUTLAK
DIPERLUKAN” dalam pembentukan pribadi
siswa.
· Sekolah berharap
adanya pemahaman yang sama
dari orang tua terhadap kondisi
pendidikan di Indonesia saat ini. Oleh karenanya
diharapkan orang tua dapat memahami upaya-upaya yang dilakukan
sekolah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya dalam rangka
memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
· Menerapkan
pola kelas kecil dengan
jumlah siswa tidak lebih dari 10
anak per kelas.
· Menyediakan
berbagai alat peraga
untuk mempermudah pengajar dan siswa dalam membahas materi
yang didiskusikan (tersedia alat bantu dari dalam dan luar
negeri seperti produk Pudak dari Indonesia dan produk lainnya
dari Kanada dan Amerika)
· Memantau cara
belajar siswa (terutama di kelas 1 dan 2)
untuk bahan bahasan dalam upaya mengembangkan
potensi siswa. Potensi ini harus diketahui
oleh sekolah dan orang tua secara dini.
· Menanamkan
kesadaran bahwa belajar memang
perlu untuk dilakukan
· Menyediakan
materi animasi visual-interaktif
untuk beberapa mata ajaran mulai dari kelas
IV s/d VI, serta menerapkan mind
mapping untuk menghafal. Beberapa mata ajaran
lainnya diperdalam melaluli
metoda aplikasi.
· Memberikan
pembekalan khusus kepada para
pengajar dalam melaksanakan KBM di sekolah
· Dalam menerapkan
kedisiplinan belajar terhadap siswa, sangat mendahulukan
upaya persuasif daripada pemberian sangsi.
· Merintis
komunikasi yang efektif dan efisien antara
sekolah dan orang tua yang difasilitasi melalui komunikasi
langsung, melalui telepon, facsimile, e-mail, buku tamu dalam
situs dan SMS.
· Orang tua
disarankan untuk memilih cara
komunikasi yang terbaik dari pilihan yang
telah diberikan.
· Hasil
belajar
dan evaluasi prestasi siswa mudah
dipantau oleh orang tua melalui situs atau
sms.
· Menyesuaikan
jenis ekstra kurikuler siswa dengan minat siswa
serta mempertimbangkan multiple intelligences yang ada dalam
diri siswa. Oleh karena itu kegiatan ekskul akan merupakan
kegiatan yang disukai siswa sekaligus sebagai sarana pengembangan
bakat.
|